Rabu, 10 November 2010

Role Play


Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau berbuat seakan-akan. Simulasi merupakan salah satu metode mengajar, dimana cara penyajian pengalaman belajar dilakukan dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Untuk mengembangkan pemahaman dan penghayatan siswa terhadap suatu peristiwa, penggunaan simulasi akan sangat bermanfaat (Ditjen PMPTK, 2008).
(Ditjen PMPTK, 2008) Metode simulasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya :
a.       Melatih keterampilan tertentu baik yang bersifat profesional maupun bagi kehidupan sehari-hari.
b.      Memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip.
c.       Melatih memecahkan masalah.
d.      Meningkatkan keaktifan belajar.
e.       Memberikan motivasi belajar pada siswa.
f.       Melatih siswa untuk mengadakan kerjasama dalam situasi kelompok.
g.      Menumbuhkan daya kreatifitas siswa
h.      Melatih siswa untuk mengembangkan sikap toleransi.
Penggunaan metode simulasi dalam pembelajaran memiliki kelebiahn, diantaranya:
a.       Dapat dijadikan bekal bagi siswa untuk menghadapi yang sebenarnya nanti.
b.      Dapat mengembangkan kreatifitas siswa.
c.       Dapat memupuk keberanian dan rasa percaya diri siswa.
d.      Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi social yang problematis.
e.       Meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran.
Selain memiliki kelebihan dalam proses pembelajaran, metode simulasi juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
a.       Pengalaman yang diperoleh siswa tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
b.      Pengelolaan yang kurang baik dapat menyebabkan tujuan pembelajaran terabaikan.
c.       Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
Salah satu yang termasuk ke dalam simulasi adalah role play. Role playing atau bermain peran merupakan salah satu metode pembelajaran sebagai begian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, peristiwa actual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul di masa mendatang (Ditjen PMPTK, 2008).
Sintak dari model pembelajaran role play adalah guru menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario tersebut. Guru membentuk siswa menjadi beberapa kelompok. Menjelaskan kompetensi yang ingin di capai. Guru memanggil siswa yang sudah ditunjuk untuk memerankan skenario yang sudah dipersiapkan. Kelompok yang lain memerhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan. Setelah semua kelompok selesai pentas, setiap kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. Pada akhir pembelajaran siswa diberikan lembar kerja untuk membahas (Suyatno, 2009).

Nah buat RPP Role Playnya Ntar y.... :D

Tidak ada komentar: