Selasa, 24 Agustus 2010

Analisis Kegiatan Praktikum Biologi Sekolah


BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Belajar merupakan proses membangun suatu pengetahuan dalam diri seseorang baik secara aktif maupun pasif, sehingga terjadi perubahan perilaku pada diri orang tersebut. Ada beberapa gagasan yang menyatakan bahwa belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisme, oleh karena itu  belajar membutuhkan waktu. Perubahan perilaku dapat berupa cara pandang mengenai suatu hal sehingga dapat menentukan sikap dirinya di masyarakat. Belajar juga dapat mempengaruhi sektor kognitif atau pemahaman pada diri seseorang. Belajar juga dapat berupa suatu hasil pengalaman, baik itu pengalaman langsung pada diri peserta didik. Menurut Gagne (1984), belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Definisi ini kelihatannya sangat sederhana, tetapi sangat memberikan penjelasan yang bermakna (Dahar, 1996: 11).
Banyak pendekatan dalam mengkaji konsep-konsep biologi, diantaranya dengan kegiatan praktikum. Pembelajaran biologi tidak lepas dengan kegiatan praktikum, dikarenakan hal di bawah ini:
1.       banyaknya konsep abstrak dalam biologi yang harus dimengerti. Dengan kegiatan praktikum ini konsep abstrak tersebut dapat dipahami dengan mudah.
2.      Biologi merupakan ilmu pengetahuan tentang suatu hal yang hidup oleh karena itu didalamnya tersusun atas banyak teori-teori tentang kehidupan, untuk membuktikan kebenaran teori tersebut maka kegiatan praktikum dilaksanakan.
3.      Sarana pengambilan data suatu peristiwa biologi, dan sebagainya.
  
  1. TUJUAN
Tujuan penyusunan

1.      Menambah pengetahuan mengenai pengembangan praktikum biologi di sekolah.
2.      Dapat menganalisa kelebihan dan kekurangan  kegiatan praktikum yang dilaksanakan.

    
BAB II
ANALISIS KEGIATAN PRAKTIKUM

A.    KEGIATAN PRAKTIKUM
Bahan yang dianalisis berupa sebuah lembar kerja siswa (LKS) Sekolah Menengah Umum Kelas 1 yang di terbitkan oleh CV. Haka MJ yang berjudul Kharisma yang dikarang oleh Danang Santoso, S.Pd pada tema bahasan PROTISTA.  Berikut ini format kegiatan praktikum tersebut;

LEMBAR KERJA EVALUASI


Mengamati Ciri-ciri Protozoa
1.      Alat dan Bahan
a.       Mikroskop
b.      Botol
c.       Pipet
d.      Kaca objek
e.       Kaca penutup
f.       Jerami kering
g.      Air sawah/sungai


2.      Langkah Kerja
a.       Potonglah jerami kering dan masukan kedalam botol hingga setengah bagian,
b.      Masukan air sawah/air sungai kedalam botol hingga ¾ bagian dan simpanlah ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama satu minggu,
c.       Ambillah setetes air dengan pipet dari dalam botol, teteskan pada kaca objek dan tutup dengan kaca penutup,
d.      Amati dibawah mikroskop dan gambarlah protozoa yang diamati,
e.       Cocokan gambar anda dengan gambar yang ada di buku.

B.     HASIL ANALISIS BERDASARKAN PERTANYAAN YANG DIBERIKAN    
  1. Adakah kemampuan prasyarat yang harus dimilik siswa untuk melaksanakan tugas tersebut ? Jelaskan!
Jawab :
Ada, yaitu siswa harus tahu cara penggunaan mikroskop dan pembuatan preparat yang baik dan benar.
  1. Apakah alat dan bahannya mudah tersedia ? kalu tidak ada, apa alternatif pengganti alat dan bahannya menurut anda ?
Jawab :
Ya, Alat dan bahan dari Pengamatan ”Mengamati ciri-ciri Protozoa” mudah tersedia.

  1. Menurut anda, apakah siswa dapat mengerjakan kegiatan tersebut secara individual ? Jelaskan !
Jawab :
Ya, langkah kerja dari pengamatan ”Mengamati ciri-ciri Protozoa” mudah dilakukan, sehingga dapat dilakukan bila bekerja secara individual.

  1. Kegiatan tersebut merujuk pada kompetensi dasar yang mana? Jelaskan!
Jawab :
Berdasarkan kurikulum KTSP 2006 maka kegiatan tersebut merujuk pada kompetensi dasar 2.3, yaitu menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan. Hal tersebut dikarenakan, praktikum tersebut adalah mengamati ciri-ciri Protozoa, dimana protozoa adalah protista yang mirip hewan.

  1. Konsep esensial dari kegiatan labolatorium itu apa? Bagaimana relevansinya dengan kurikulum?
Jawab :
Konsep esensial dari praktikum mengamati ciri-ciri Protozoa yaitu ciri-ciri umum dari Protista dan protozoa serta pembagian anggota protozoa kedalam kelas-kelas yang berbeda berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki seperti;
a.    Rhizopoda : bergerak dengan kaki semu,
b.   Flagellata : bergerak dengan bulu cambuk,
c.    Ciliata, bergerak dengan rambut getar,
d.   Sporozoa, tidak ada alat gerak.
Relevansinya terhadap kurikulum yaitu, dengan mempraktekan pengamatan ciri-ciri Protozoa, maka siswa dapat mengetahui secara langsung ciri-ciri protozoa sebagai protista mirip hewan dan siswa mengetahui bahwa dalam air jerami sebagai contoh untuk air kotor, ditemukan hewan-hewan kecil yang tidak baik untuk dikomsumsi. Sehingga siswa dapat mencapai kompetensi dasar yaitu menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista, dan peranannya bagi kehidupan.

  1. Adakah konsep lain sebagai penyerta yang dapat ditemukan melalui kegiatan tersebut ? Jelaskan !
Jawab :
Guru dapat mengaitkan materi praktikum protozoa dengan konsep sel. Siswa dapat ditunjukan organel dari hewan yang hanya memiliki satu sel. Siswa dapat ditunjukan pada hal yang paling penting dari hewan bersel satu tersebut adalah inti yang terlihat cukup besar.

  1. Bentuk data yang diperoleh (kuantitaif atau kualitatif), jelaskan !
Jawab :
Bentuk data yang yang diperoleh adalah bersifat kualitataif, karena siswa hanya disuruh untuk mengamati dan mencocokan hasil pengamatan dengan gambar yang ada pada buku pegangan. Siswa tidak perlu mencari jumlah spesies yang ditemukan ataupun jumlah yang di dapat dari setiap spesies yang ditemukan. Hal terpenting setelah siswa menemukan salah satu spesies, maka siswa diharuskan untuk mengidentifikasi spesies yang ditemukan tersebut.

  1. Kompetensi apa saja yang dapat dikembangkan berdasarkan data yang diperoleh?
Jawab :
Kompetensi yang dapat dikembangkan di pengamatan ini adalah, siswa dapat menggunakan mikroskop dengan benar, siswa dapat membuat kultur jerami, siswa dapat mengisolasi protozoa dalam objek glass, dan dapat mengklasifikasikan spesies-spesies protozoa kedalam kelasnya masing-masing.

  1. Indikator keberhasilan proses yang dilakukan siswa terhadap kegiatan tersebut!
Jawab :
Indikator dari pengamatan ini diantaranya
1.       siswa dapat menemukan spesies-spesies dari protozoa dalam mikroskop dan mengklasifikasikan menurut ciri yang dimiliki spesies tersebut.
2.      Siswa dapat mengetahui ciri-ciri protozoa dan peranannya bagi kehidupan.

  1. Apakah level kognitifnya sesuai ? Jelaskan!
Jawab :
Sesuai, karena pada pengamatan ini levelnya hanya C1,C2,C3 yaitu pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Pengamatan ini cocok untuk siswa SMA kelas 1 yang masih awam terhadap praktikum di laboratorium.

  1. Bagaimana prosedur kegiatan tersebut menurut anda ?
Jawab :
Prosedur kegiatan / langkah kerja dalam pengamatan ini sangat singkat dan beberap hal penting tidak dijelaskan seperti tidak diinstruksikan untuk menggunakan penghambat pergerakan protozoa, seperti; tepung kanji atau kapas. Bila tidak ada penghambat gerakan, maka protozoa-protozoa akan sulit diamati karena pergerakannya yang terlalu cepat.

  1. Bagaimana mengenai kesesuaian waktunya? Dapatkah proses kegiatannya selesai berdasarkan alokasi waktu yang tersedia? Jelaskan !
Jawab :
Sesuai, Dalam pengamatan ”menemukan ciri-ciri dari protozoa” , waktu yang diperlukan untuk selesai hanya dua jam mata pelajaran biologi yaitu 2 x 40 menit atau setara dengan satu kali pertemuan. Dalam alokasi waktu yang diberikan dalam Lembar Kerja Siswa untuk materi Protista diberikan waktu 10 jam mata pelajaran (5 kali pertemuan), sehingga pengaturan pertemuan dapat dilakukan dengan cara, 3 kali pertemuan untuk materi, 1 kali pertemuan untuk praktek, dan pertemuan terakhir untuk tes. Kegiatan praktikum ini akan selesai apabila siswa ditugaskan untuk membuat kultur jerami pada minggu sebelumnya.

  1. Bagaimana usulan anda terhadap penilaian kinerja? Jelaskan !
Jawab :
Penilaian akan lebih mudah bila dinilai secara kelompok. Penilaian kinerja kelompok labolatorium dapat dilakukan dengan cara rubrik sederhana agar lebih mudah. Berikut ini langkah pembuatan dan penggunaan rubrik sederhana:
1.      Siapkan kertas kosong,
2.      Kertas diberi garis sebanyak jumlah kelompok dan di kiri garis diberikan nomor identitas kelompok dan tanda + dan -, 






                                              

Gambar 1. Contoh rubrik sederhana

3.      Lalu buatlah rubrik sederhana melihat ciri-ciri protzoa pada kotak kiri atas kerta yang berisi :
Baik (8) = siswa dapat melihat ciri-ciri dari spesies protozoa, dapat mengklasifikasi spesies protozoa.
Sedang (7) = siswa dapat melihat ciri-ciri spesies protozoa, tidak dapat mengklasifikasi spesies protozoa
Buruk (6) = siswa tidak dapat melihat ciri-ciri spesies protozoa, tidak dapat mengklasifikasi spesies protozoa.
Apabila dalam kelompok tersebut dapat melihat ciri-ciri spesies protozoa dan dapat mengklasifikasi spesies protozoa. Maka kelompok tersebut di beri nilai 8, akan tetapi bila dalam satu kelompok tersebut ada yang tida aktif bekerja maka siswa tersebut akan ditandai di bawah garis; yaitu kelompok minus, sehingga nilai siswa tersebut akan lebih kecil dari nilai kelompok. Sedangkan anggota paling kelompok aktif akan berada dikelompok diatas garis atau kelompok plus dan nilainya akan lebih besar dari kelompok. Contoh penilaian sebagai ,berikut :











Gambar 2. Contoh pengisian rubrik penilaian kinerja kegiatan laboratorium

14.  Evaluasinya sesuai atau tidak ? Jelaskan !
Jawab :
Evaluasi yang diberikan akan lebih baik apabila siswa ditugaskan untuk menggambar hasi penemuan spesies-spesies yang ditemukan pada sebuah kolom yang telah disediakan atau bukucatatan masing-masing. Agar, siswa benar-benar memiliki bukti dari pengamatan yang telah dilakukan.

15.  Kalau anda seorang guru, bagaimana cara anda mengelola kegiatan praktikum tersebut? Jelaskan !
Jawab :
Cara mengelola kelas dalam pengamatan ini adalah mempersiapkan dahulu kepada siswa untuk membawa sebuah kultur jerami yang telah ditugaskan pada pertemuan sebelumya. Pengamatan akan dilakukan secara kelompok, agar lebih mudah untuk penilaian dan pengkondisian siswa-siswa. Evaluasi dilakukan secara rubik, dengan melihat dan memantau kinerja dari masing-masing kelompok dan anggotanya.

16.              Adakah kelemahan petunjuk praktikum tersebut ? Jelaskan !
Jawab :
Kelemahan dari petunjuk praktikum yang diberikan adalah prasyarat sebelum praktikum dimulai tidak ada, langkah kerja yang kurang lengkap, dan evaluasi atau pertanyaan yang kurang terarah pada praktikum yang dilakukan.

17.              Bagaimana saran perbaikan terhadap kegiatan tersebut ?
Jawab :
1.      Tuliskan judul dan tujuan praktikum dengan jelas
2.      Lampirkan kemampuan prasyarat yang harus dimilik siswa untuk melaksanakan tugas.
3.      Lengkapi langkah kerja pada praktikum tersebut, seperti langkah untuk menghambat pergerakan protozoa dengan menggunakan tepung kanji atau kapas.
4.      Buatlah evaluasi atau pertanyaan-pertanyaan yang lebih mengarah pada hasil pelaksanaan praktikum. Misalanya gambar dari protozoa tersebut atau ciri-ciri dari protozoa tersebut.

 
BAB III
PENUTUPAN


A.    KESIMPULAN
LKS yang digunakan sederhana dan sangat singkat sehingga beberapa hal tidak dijelaskan secara lengkap. Kegiatan praktikum di sekolah sebaiknya ditunjang dengan adanya petunjuk kegiatan praktikum yang jelas dan terperinci. Kegiatan praktikum yang disusun sebaiknya sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dan adanya kesesuaian materi atau bahan ajar dengan kurikulum yang ada. Alat dan bahan yang digunakan sebaiknya mudah diperoleh dan siswa mengetahui cara penggunaannya.

Analisis Kegiatan Praktikum Biologi Sekolah


BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Belajar merupakan proses membangun suatu pengetahuan dalam diri seseorang baik secara aktif maupun pasif, sehingga terjadi perubahan perilaku pada diri orang tersebut. Ada beberapa gagasan yang menyatakan bahwa belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisme, oleh karena itu  belajar membutuhkan waktu. Perubahan perilaku dapat berupa cara pandang mengenai suatu hal sehingga dapat menentukan sikap dirinya di masyarakat. Belajar juga dapat mempengaruhi sektor kognitif atau pemahaman pada diri seseorang. Belajar juga dapat berupa suatu hasil pengalaman, baik itu pengalaman langsung pada diri peserta didik. Menurut Gagne (1984), belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Definisi ini kelihatannya sangat sederhana, tetapi sangat memberikan penjelasan yang bermakna (Dahar, 1996: 11).
Banyak pendekatan dalam mengkaji konsep-konsep biologi, diantaranya dengan kegiatan praktikum. Pembelajaran biologi tidak lepas dengan kegiatan praktikum, dikarenakan hal di bawah ini:
1.       banyaknya konsep abstrak dalam biologi yang harus dimengerti. Dengan kegiatan praktikum ini konsep abstrak tersebut dapat dipahami dengan mudah.
2.      Biologi merupakan ilmu pengetahuan tentang suatu hal yang hidup oleh karena itu didalamnya tersusun atas banyak teori-teori tentang kehidupan, untuk membuktikan kebenaran teori tersebut maka kegiatan praktikum dilaksanakan.
3.      Sarana pengambilan data suatu peristiwa biologi, dan sebagainya.
  
  1. TUJUAN
Tujuan penyusunan

1.      Menambah pengetahuan mengenai pengembangan praktikum biologi di sekolah.
2.      Dapat menganalisa kelebihan dan kekurangan  kegiatan praktikum yang dilaksanakan.

    
BAB II
ANALISIS KEGIATAN PRAKTIKUM

A.    KEGIATAN PRAKTIKUM
Bahan yang dianalisis berupa sebuah lembar kerja siswa (LKS) Sekolah Menengah Umum Kelas 1 yang di terbitkan oleh CV. Haka MJ yang berjudul Kharisma yang dikarang oleh Danang Santoso, S.Pd pada tema bahasan PROTISTA.  Berikut ini format kegiatan praktikum tersebut;

LEMBAR KERJA EVALUASI


Mengamati Ciri-ciri Protozoa
1.      Alat dan Bahan
a.       Mikroskop
b.      Botol
c.       Pipet
d.      Kaca objek
e.       Kaca penutup
f.       Jerami kering
g.      Air sawah/sungai


2.      Langkah Kerja
a.       Potonglah jerami kering dan masukan kedalam botol hingga setengah bagian,
b.      Masukan air sawah/air sungai kedalam botol hingga ¾ bagian dan simpanlah ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama satu minggu,
c.       Ambillah setetes air dengan pipet dari dalam botol, teteskan pada kaca objek dan tutup dengan kaca penutup,
d.      Amati dibawah mikroskop dan gambarlah protozoa yang diamati,
e.       Cocokan gambar anda dengan gambar yang ada di buku.

B.     HASIL ANALISIS BERDASARKAN PERTANYAAN YANG DIBERIKAN    
  1. Adakah kemampuan prasyarat yang harus dimilik siswa untuk melaksanakan tugas tersebut ? Jelaskan!
Jawab :
Ada, yaitu siswa harus tahu cara penggunaan mikroskop dan pembuatan preparat yang baik dan benar.
  1. Apakah alat dan bahannya mudah tersedia ? kalu tidak ada, apa alternatif pengganti alat dan bahannya menurut anda ?
Jawab :
Ya, Alat dan bahan dari Pengamatan ”Mengamati ciri-ciri Protozoa” mudah tersedia.

  1. Menurut anda, apakah siswa dapat mengerjakan kegiatan tersebut secara individual ? Jelaskan !
Jawab :
Ya, langkah kerja dari pengamatan ”Mengamati ciri-ciri Protozoa” mudah dilakukan, sehingga dapat dilakukan bila bekerja secara individual.

  1. Kegiatan tersebut merujuk pada kompetensi dasar yang mana? Jelaskan!
Jawab :
Berdasarkan kurikulum KTSP 2006 maka kegiatan tersebut merujuk pada kompetensi dasar 2.3, yaitu menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan. Hal tersebut dikarenakan, praktikum tersebut adalah mengamati ciri-ciri Protozoa, dimana protozoa adalah protista yang mirip hewan.

  1. Konsep esensial dari kegiatan labolatorium itu apa? Bagaimana relevansinya dengan kurikulum?
Jawab :
Konsep esensial dari praktikum mengamati ciri-ciri Protozoa yaitu ciri-ciri umum dari Protista dan protozoa serta pembagian anggota protozoa kedalam kelas-kelas yang berbeda berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki seperti;
a.    Rhizopoda : bergerak dengan kaki semu,
b.   Flagellata : bergerak dengan bulu cambuk,
c.    Ciliata, bergerak dengan rambut getar,
d.   Sporozoa, tidak ada alat gerak.
Relevansinya terhadap kurikulum yaitu, dengan mempraktekan pengamatan ciri-ciri Protozoa, maka siswa dapat mengetahui secara langsung ciri-ciri protozoa sebagai protista mirip hewan dan siswa mengetahui bahwa dalam air jerami sebagai contoh untuk air kotor, ditemukan hewan-hewan kecil yang tidak baik untuk dikomsumsi. Sehingga siswa dapat mencapai kompetensi dasar yaitu menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista, dan peranannya bagi kehidupan.

  1. Adakah konsep lain sebagai penyerta yang dapat ditemukan melalui kegiatan tersebut ? Jelaskan !
Jawab :
Guru dapat mengaitkan materi praktikum protozoa dengan konsep sel. Siswa dapat ditunjukan organel dari hewan yang hanya memiliki satu sel. Siswa dapat ditunjukan pada hal yang paling penting dari hewan bersel satu tersebut adalah inti yang terlihat cukup besar.

  1. Bentuk data yang diperoleh (kuantitaif atau kualitatif), jelaskan !
Jawab :
Bentuk data yang yang diperoleh adalah bersifat kualitataif, karena siswa hanya disuruh untuk mengamati dan mencocokan hasil pengamatan dengan gambar yang ada pada buku pegangan. Siswa tidak perlu mencari jumlah spesies yang ditemukan ataupun jumlah yang di dapat dari setiap spesies yang ditemukan. Hal terpenting setelah siswa menemukan salah satu spesies, maka siswa diharuskan untuk mengidentifikasi spesies yang ditemukan tersebut.

  1. Kompetensi apa saja yang dapat dikembangkan berdasarkan data yang diperoleh?
Jawab :
Kompetensi yang dapat dikembangkan di pengamatan ini adalah, siswa dapat menggunakan mikroskop dengan benar, siswa dapat membuat kultur jerami, siswa dapat mengisolasi protozoa dalam objek glass, dan dapat mengklasifikasikan spesies-spesies protozoa kedalam kelasnya masing-masing.

  1. Indikator keberhasilan proses yang dilakukan siswa terhadap kegiatan tersebut!
Jawab :
Indikator dari pengamatan ini diantaranya
1.       siswa dapat menemukan spesies-spesies dari protozoa dalam mikroskop dan mengklasifikasikan menurut ciri yang dimiliki spesies tersebut.
2.      Siswa dapat mengetahui ciri-ciri protozoa dan peranannya bagi kehidupan.

  1. Apakah level kognitifnya sesuai ? Jelaskan!
Jawab :
Sesuai, karena pada pengamatan ini levelnya hanya C1,C2,C3 yaitu pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Pengamatan ini cocok untuk siswa SMA kelas 1 yang masih awam terhadap praktikum di laboratorium.

  1. Bagaimana prosedur kegiatan tersebut menurut anda ?
Jawab :
Prosedur kegiatan / langkah kerja dalam pengamatan ini sangat singkat dan beberap hal penting tidak dijelaskan seperti tidak diinstruksikan untuk menggunakan penghambat pergerakan protozoa, seperti; tepung kanji atau kapas. Bila tidak ada penghambat gerakan, maka protozoa-protozoa akan sulit diamati karena pergerakannya yang terlalu cepat.

  1. Bagaimana mengenai kesesuaian waktunya? Dapatkah proses kegiatannya selesai berdasarkan alokasi waktu yang tersedia? Jelaskan !
Jawab :
Sesuai, Dalam pengamatan ”menemukan ciri-ciri dari protozoa” , waktu yang diperlukan untuk selesai hanya dua jam mata pelajaran biologi yaitu 2 x 40 menit atau setara dengan satu kali pertemuan. Dalam alokasi waktu yang diberikan dalam Lembar Kerja Siswa untuk materi Protista diberikan waktu 10 jam mata pelajaran (5 kali pertemuan), sehingga pengaturan pertemuan dapat dilakukan dengan cara, 3 kali pertemuan untuk materi, 1 kali pertemuan untuk praktek, dan pertemuan terakhir untuk tes. Kegiatan praktikum ini akan selesai apabila siswa ditugaskan untuk membuat kultur jerami pada minggu sebelumnya.

  1. Bagaimana usulan anda terhadap penilaian kinerja? Jelaskan !
Jawab :
Penilaian akan lebih mudah bila dinilai secara kelompok. Penilaian kinerja kelompok labolatorium dapat dilakukan dengan cara rubrik sederhana agar lebih mudah. Berikut ini langkah pembuatan dan penggunaan rubrik sederhana:
1.      Siapkan kertas kosong,
2.      Kertas diberi garis sebanyak jumlah kelompok dan di kiri garis diberikan nomor identitas kelompok dan tanda + dan -, 






                                              

Gambar 1. Contoh rubrik sederhana

3.      Lalu buatlah rubrik sederhana melihat ciri-ciri protzoa pada kotak kiri atas kerta yang berisi :
Baik (8) = siswa dapat melihat ciri-ciri dari spesies protozoa, dapat mengklasifikasi spesies protozoa.
Sedang (7) = siswa dapat melihat ciri-ciri spesies protozoa, tidak dapat mengklasifikasi spesies protozoa
Buruk (6) = siswa tidak dapat melihat ciri-ciri spesies protozoa, tidak dapat mengklasifikasi spesies protozoa.
Apabila dalam kelompok tersebut dapat melihat ciri-ciri spesies protozoa dan dapat mengklasifikasi spesies protozoa. Maka kelompok tersebut di beri nilai 8, akan tetapi bila dalam satu kelompok tersebut ada yang tida aktif bekerja maka siswa tersebut akan ditandai di bawah garis; yaitu kelompok minus, sehingga nilai siswa tersebut akan lebih kecil dari nilai kelompok. Sedangkan anggota paling kelompok aktif akan berada dikelompok diatas garis atau kelompok plus dan nilainya akan lebih besar dari kelompok. Contoh penilaian sebagai ,berikut :











Gambar 2. Contoh pengisian rubrik penilaian kinerja kegiatan laboratorium

14.  Evaluasinya sesuai atau tidak ? Jelaskan !
Jawab :
Evaluasi yang diberikan akan lebih baik apabila siswa ditugaskan untuk menggambar hasi penemuan spesies-spesies yang ditemukan pada sebuah kolom yang telah disediakan atau bukucatatan masing-masing. Agar, siswa benar-benar memiliki bukti dari pengamatan yang telah dilakukan.

15.  Kalau anda seorang guru, bagaimana cara anda mengelola kegiatan praktikum tersebut? Jelaskan !
Jawab :
Cara mengelola kelas dalam pengamatan ini adalah mempersiapkan dahulu kepada siswa untuk membawa sebuah kultur jerami yang telah ditugaskan pada pertemuan sebelumya. Pengamatan akan dilakukan secara kelompok, agar lebih mudah untuk penilaian dan pengkondisian siswa-siswa. Evaluasi dilakukan secara rubik, dengan melihat dan memantau kinerja dari masing-masing kelompok dan anggotanya.

16.              Adakah kelemahan petunjuk praktikum tersebut ? Jelaskan !
Jawab :
Kelemahan dari petunjuk praktikum yang diberikan adalah prasyarat sebelum praktikum dimulai tidak ada, langkah kerja yang kurang lengkap, dan evaluasi atau pertanyaan yang kurang terarah pada praktikum yang dilakukan.

17.              Bagaimana saran perbaikan terhadap kegiatan tersebut ?
Jawab :
1.      Tuliskan judul dan tujuan praktikum dengan jelas
2.      Lampirkan kemampuan prasyarat yang harus dimilik siswa untuk melaksanakan tugas.
3.      Lengkapi langkah kerja pada praktikum tersebut, seperti langkah untuk menghambat pergerakan protozoa dengan menggunakan tepung kanji atau kapas.
4.      Buatlah evaluasi atau pertanyaan-pertanyaan yang lebih mengarah pada hasil pelaksanaan praktikum. Misalanya gambar dari protozoa tersebut atau ciri-ciri dari protozoa tersebut.

 
BAB III
PENUTUPAN


A.    KESIMPULAN
LKS yang digunakan sederhana dan sangat singkat sehingga beberapa hal tidak dijelaskan secara lengkap. Kegiatan praktikum di sekolah sebaiknya ditunjang dengan adanya petunjuk kegiatan praktikum yang jelas dan terperinci. Kegiatan praktikum yang disusun sebaiknya sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dan adanya kesesuaian materi atau bahan ajar dengan kurikulum yang ada. Alat dan bahan yang digunakan sebaiknya mudah diperoleh dan siswa mengetahui cara penggunaannya.

Multimedia

 Sebuah Pengantar
Penggunaan komputer sekarang ini merupakan hal yang dianggap penting pada berbagai aspek kehidupan. Dalam dunia pendidikan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada proses pembalajaran sudah banyak diterapkan. Kariadinata (2009), menyatakan bahwa salah satu bentuk TIK yang sekarang banyak digunakan dalam pembelajaran adalah teknologi multimedia.

Definisi multimedia sangat beragam. Mayer (2001), menggambarkan bahwa multimedia merupakan presentasi yang bersandar pada teks dan grafik. Definisi tersebut cukup mewakili, akan tetapi tidak menyediakan pengertian yang mendalam mengenai faktor yang membuat multimedia merupakan media pengajaran yang efektif. Neo dan Neo (2001), memberikan pengertian yang lebih luas. Menurut mereka multimedia adalah “kombinasi berbagai tipe media digital, seperti teks, gambar-gambar, bunyi, dan video, dalam satu aplikasi interaktif multisensori yang terintegrasi atau dipresentasikan untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi kepada audiens”. Menurut beberapa pakar, diantaranya Furt, Haffors, Thomson dan Jayant (Munir :2001), mendefinisikan multimedia sebagai penggunaan berbagai media seperti teks, numerik, grafik, gambar, animasi, video, fotografi, suara dan data yang dikendalikan dengan program komputer (dalam satu software digital) serta mempunyai kemampuan interaktif, menjadi salah satu alternatif yang baik sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Dengan demikaian dapat dikatakan bahwa istilah multimedia digunakan untuk menyebutkan suatu bentuk format penyampaian informasi. Format tersebut disusun dengan menggabungkan dua atau lebih aspek media informatif, seperti aspek teks, gambar, audio, animasi, video dan memiliki kemampuan interaktif dengan pengguna.

Prinsip Penggunaan Multimedia
Penggunaan Multimedia dalam pembelajaran adakalanya tidak sesuai dengan harapan pengguna. Oleh karena itu terdapat hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan multimedia. Newby et al (2006), merumuskan lima prinsip penggunaan multimedia yaitu:
  1. Periksa semua komponen sistem multimedia sebelum pelajaran dimulai. Pastikan semua komponen sistem multimedia berfungsi dengan baik.
  2. Gunakanlah tampilan (monitor komputer dan / atau sistem proyeksi) yang sesuai dengan jumlah siswa. Pastikan bahwa siswa dapat melihat gambar yang diproyeksikan.
  3. Memasang dan menguji semua softwere sebelum presentasi.
  4. Mendorong partisipasi siswa melalui pertanyaan-pertanyaan dan keleluasaan dalam memutuskan langkah berikutnya.
  5. Gunakan softwere yang disimpan pada hard drive, bukan dari floppy disk. Program komputer akan merespon lebih cepat jika softwere yang digunakan disimpan pada hard drive.

Multimedia dalam Pembelajaran
Edgar Dale dalam Warsita (2006) menggambarkan pentingnya visualisasi dan verbalitas dalam pengalaman belajar yang disebut “Kerucut Pengalaman Edgar Dale”. Kerucut Pengalaman Edgar Dale mengemukakan kontinum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung, visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar. Namun, agar terjadi efisiensi belajar maka diusahakan agar pengalaman belajar yang diberikan semakin abstrak.

Efektifitas multimedia untuk pembelajaran memerlukan penggabungan berbagai media secara hati-hati dengan alasan yang tepat dan mengambil keuntungan dari masing-masing karakteristik media pembelajaran. Hampir semua bentuk multimedia efektif dalam menyajikan cerminan dari dunia nyata, sehingga memberikan kesempatan kepada pelajar dalam menerapkan materi ajar pada berbagai konteks (Shank :2005). Senada dengan Kariadinata (2009), Elemen-elemen multimedia yang menggabungkan beberapa komponen seperti warna, teks, animasi, gambar/grafik, suara dan video sangat menunjang dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang berbeda (Kariadinata : 2009). 

Hasil penelitian King Dow Su (2006), menyatakan bahwa pembelajaran multimedia yang menyatukan gambar, animasi dan suara dengan menggunakan prinsip konstruktivisme dapat memfasilitasi siswa untuk memahami konsep kimia, mempelajari kimia, dan bersikap terhadap kimia. Menurut Clark dalam Tosun et al. (2006), media pembelajaran hanyalah kepentingan sekunder dalam proses pembelajaran. Ia mengklaim bahwa media pembelajaran tidak dapat menimbulkan efek yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Tosun et a, (2006), menyatakan bahwa mungkin dulu media tidak terlalu berperan penting dalam pembelajaran karena hanya menggunakan papan tulis dan kapur saja, namun dalam perkembangannya media pembelajaran berbasis komputer merupakan alat bantu yang hampir wajib digunakan dalam pembelajaran pada saat ini.
Pada dasarnya, pembelajaran diselenggarakan dengan harapan agar siswa mampu menerima, memproses, menyimpan, serta mengkomunikasikan informasi yang telah diolahnya (Kariadinata :2009). Gardner (Rahmat :2008) mengemukakan bahwa kemampuan memproses informasi dapat dikelompokan kedalam tujuh kecerdasan, yaitu logis-matematis, spasila, linguistik, kinestetik-keparagaan, musik, interpersonal, dan intrapersonal. Komputer mampu menyajikan informasi dalam berbagai format, seperti video, audio, teks, grafik, dan animasi (simulasi). Oleh karena itu penggunaaan komputer berpotensi untuk memenuhi sagala bentuk kecerdasan yang telah dikemukakan.

Metode Pembelajaran dalam Penggunaan Multimedia di Kelas
Metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai teknik pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Teknik pelaksanaan tersebut harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Menurut Rustaman et al (2003), terdapat lima hal yang harus guru perhatikan dalam pemilihan metode pembelajaran yaitu, kemampuan guru dalam menggunakan metode, tujuan pengajaran yang akan dicapai, bahan pelajaran yang perlu dipelajari siswa, perbedaan individual dalam memanfaatkan indera, ketersediaan sarana dan prasarana disekolah.
Menurut Newby et al (2006), metode pengajaran yang dapat dilakukan dalam pembelajaran berbasis teknologi, diantaranya metode presentasi, demonstrasi, diskusi, games, simulasi, cooperative learning, discovery, problem solving, drill and practice dan tutorial. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode tutorial dan presentasi.

 Kelebihan dan Kekurangan Multimedia dalam Pembelajaran
Multimedia merupakan salah satu sarana yang akan mempermudah proses belajar mengajar, dan memiliki aspek interaktifitas sehingga dapat digunakan sebagai materi pembelajaran mandiri. Menurut (Kariadinata :2009), Pembelajaran berbasis multimedia menunjang implementasi kurikulum, membantu upaya meningkatkan minat belajar, dan menjadi pelengkap sumber belajar. Kehadiran teknologi multimedia dalam pembelajaran hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan (suplemen) atau alat bantu bagi guru. Multimedia tidak akan mengambil alih peran dan fungsi guru, karena ada hal yang tidak dapat digantikan oleh multimedia. Multimedia hanya sebagai pilihan dalam menyampaikan informasi kepada siswa untuk menciptakan suasana belajar mandiri yang menyenangkan.

Pembelajaran berbasis multimedia memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut Rakim (2008), terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan penggunaan multimedia pembelajaran. Kelebihan multimedia dalam pembelajaran adalah kemampuan multimedia menimbulkan rasa senang, sehingga akan menambah motivasi belajar. Multimedia merupakan sistem pembelajaran inovatif dan interaktif gabungan antara teks, gambar, audio, animasi dan video, sehingga mampu memvisualisasikan materi abstrak. Multimedia juga dapat menghadirkan objek yang sukar diamati secara langsung.
Menurut Newby et al (2006) aspek interaktif multimedia menyediakan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. Multimedia Interaktif telah terbukti efektif untuk digunakan pada berbagai domain pembelajaran, seperti pelatihan psikomotor, simulasi yang memberikan kesempatan bagi pemecahan masalah atau keterampilan berpikir tingkat tinggi. 

Penggunaan multimedia mampu mengakomodasi perbedaan kecepatan belajar gaya belajar siswa. Newby et al (2006), menyatakan bahwa individualisasi dalam pembelajaran mengakibatkan jalur pembelajaran yang berbeda untuk pelajar yang berbeda. Akan tetapi semua siswa dapat ditangani dengan cara yang sama dalam pembelajaran. Komputer juga dapat memberikan kontrol kepada pengguna, baik dari kecepatan dan urutan instruksi. Pelajar yang cepat dalam menanggapi pelajaran dapat mempercepat perajaran melalui program yang telah disusun, sementara pelajar lambat dapat mengambil waktu sebanyak yang mereka butuhkan.
Beberapa kekurangan penggunaan multimedia diantaranya biaya yang relatif mahal untuk tahap awal. Kemampuan penggunaan multimedia masih perlu ditingkatkan. Perhatian pemerintah terhadap pembelajaran seperti ini belum memadai. infrastruktur yang diperlukan dalam pembelajaran multimedia belum merata disetiap daerah (Rakim: 2009). Akan tetapi kekurangan multimedia tersebut tidak secara langsung pada proses pembelajaran.

Newby (2006) mengemukakan kekurangan multimedia dalam proses pembelajaran, diantaranya keterbatasan intelegen softwere komputer. Keterbatasan tersebut diantaranya keterbatasan dalam kapasitas interaksi dengan pelajar. Misalnya pertanyaan yang ditampilkan sering bergantung pada pilihan ganda sederhana atau pertanyaan benar-salah.